Kamis, 8 Oktober 2026 Melihat Lombok dari Sudut Pandang Baru
12:54 WITA Ikuti

Cegah Stunting dari Rumah, GOW Lombok Tengah Edukasi Orang Tua dan Kader Posyandu

“Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Keluarga memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam memastikan ibu dan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, pola asuh yang baik, serta lingkungan yang sehat,” ujar Winarsih.

AR Admin Redaksi · · 3 menit baca · 569
Foto Hj. Winarsih Nursiah saat memberikan edukasi pencegahan stunting pada kader Posyandu di Desa Mekarsari
Foto Hj. Winarsih Nursiah saat memberikan edukasi pencegahan stunting pada kader Posyandu di Desa Mekarsari (Dok. Lensa Humas Loteng)

LOMBOK TENGAH – Pencegahan stunting tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah. Peran keluarga, terutama orang tua, menjadi salah satu kunci untuk memastikan anak tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Tengah, Hj. Winarsih Nursiah, saat memberikan edukasi pencegahan stunting kepada kader Posyandu dan orang tua balita di Aula Kantor Desa Mekar Sari, Kecamatan Praya Barat, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut diisi dengan edukasi kesehatan, pemahaman mengenai gizi seimbang, hingga praktik pengolahan makanan sehat dan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan yang mudah ditemukan masyarakat.

Winarsih mengatakan, pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini dan dimulai bahkan sebelum anak dilahirkan.

“Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Keluarga memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam memastikan ibu dan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, pola asuh yang baik, serta lingkungan yang sehat,” ujar Winarsih.

Menurutnya, perhatian terhadap tumbuh kembang anak perlu dimulai sejak masa kehamilan. Pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara rutin menjadi bagian penting dalam mencegah stunting.

Karena itu, kader Posyandu dan orang tua dinilai memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah masalah pertumbuhan anak.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Prepti turut memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi ibu dan anak.

Peserta diberikan pemahaman mengenai berbagai sumber protein, vitamin, mineral, serta zat gizi lainnya yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tak hanya teori, edukasi juga dikemas secara praktis melalui demo memasak makanan sehat dan bergizi.

Peserta diperkenalkan pada cara mengolah bahan pangan lokal menjadi menu yang sehat, bergizi, mudah dibuat, sekaligus sesuai dengan kebutuhan anak.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjawab salah satu persoalan yang kerap dihadapi keluarga, yakni bagaimana menyediakan makanan bergizi dengan bahan yang mudah diperoleh dan biaya yang terjangkau.

Winarsih menegaskan, perubahan pola konsumsi dan pola asuh di tingkat keluarga menjadi bagian penting dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Kita ingin masyarakat memahami bahwa pencegahan stunting bisa dimulai dari rumah. Tidak harus dengan makanan yang mahal, tetapi bagaimana keluarga mampu memilih dan mengolah bahan pangan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan anak,” jelasnya.

GOW Lombok Tengah berharap kegiatan edukasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diteruskan oleh para kader Posyandu dan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Pengetahuan mengenai gizi, pola asuh, pemantauan pertumbuhan, serta pemanfaatan pangan lokal diharapkan semakin melekat di masyarakat.

Melalui gerakan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, GOW Lombok Tengah berkomitmen mengambil bagian dalam mendukung program pemerintah dalam mempercepat pencegahan dan penurunan stunting.

Upaya tersebut diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi Lombok Tengah yang sehat, cerdas, produktif, dan tumbuh optimal. (Tria) 

Bagikan WhatsApp Facebook X Telegram Threads
Berita LOTENG lainnya