Kamis, 8 Oktober 2026 Melihat Lombok dari Sudut Pandang Baru
12:57 WITA Ikuti

Pemkab Lombok Tengah Siapkan Penataan Desa Sade Pascakebakaran, Adat Tetap Jadi Pertimbangan

“Kejadian ini penyebabnya apa, itu yang sedang diidentifikasi. Namun, keterangan sementara akibat api yang menyebar ke mana-mana karena atapnya ilalang. Dalam hitungan menit, bukan jam lagi, bangunan sudah habis dilalap,” kata Bupati Pathul

AR Admin Redaksi · · 4 menit baca · 0
Desa Adat Sade Pasca Kebakaran
Desa Adat Sade Pasca Kebakaran (Istimewa)

LOMBOK TENGAH – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mulai menyiapkan langkah penanganan dan penataan kembali kawasan Desa Wisata Sade pascakebakaran besar yang melanda permukiman adat di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut.

Penataan kawasan tidak hanya diarahkan untuk membangun kembali rumah warga yang terdampak, tetapi juga menjadi momentum evaluasi terhadap tata ruang permukiman, akses kendaraan darurat, hingga penggunaan material bangunan. Meski demikian, pemerintah menegaskan setiap langkah penataan tetap harus menjaga nilai adat, budaya, dan tradisi masyarakat Sade.

Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., M.AP., mengatakan penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi. Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, material bangunan tradisional, terutama atap ilalang, membuat api dengan cepat menjalar dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

“Kejadian ini penyebabnya apa, itu yang sedang diidentifikasi. Namun, keterangan sementara akibat api yang menyebar ke mana-mana karena atapnya ilalang. Dalam hitungan menit, bukan jam lagi, bangunan sudah habis dilalap,” kata Bupati Pathul saat meninjau kondisi pascakebakaran, Minggu (23/8/2026).

Menurut Pathul, musibah tersebut menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, terutama dalam menyiapkan kawasan permukiman adat yang tetap mempertahankan karakter budaya namun memiliki kesiapsiagaan lebih baik terhadap potensi bencana.

Kepadatan bangunan dan posisi rumah warga yang berdempetan menjadi salah satu persoalan yang perlu dikaji dalam proses pemulihan.

“Ini menjadi pembelajaran kita semua. Betapa pentingnya amenitas, kebutuhan, kemudian jalan-jalan juga dibuat. Namun, memang perlu menjadi renungan kita karena tempat ini sudah beratus tahun seperti ini. Masyarakat sudah berdempetan, kita harus berbenah perlahan-lahan,” ujarnya.

Tidak Bisa Mengubah Sade Secara Sepihak

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tidak akan mengambil keputusan sepihak dalam menata kembali kawasan Desa Sade.

Termasuk terkait kemungkinan perubahan penggunaan material bangunan seperti atap ilalang, menurutnya harus melalui pembicaraan dan kesepakatan bersama masyarakat adat.

Sebab, rumah-rumah tradisional dan material yang digunakan selama ini merupakan bagian dari identitas serta warisan budaya masyarakat Sasak yang telah dipertahankan secara turun-temurun.

“Apakah ke depan ilalang ini akan tetap kita pakai sebagai atap atau bagaimana, ini penting kita diskusikan karena ini memang rumah adat yang diwariskan oleh generasi kita dari berpuluh-puluh tahun yang lalu,” katanya.

Karena itu, pemerintah akan melibatkan tokoh adat, masyarakat, pemerintah desa, serta pihak-pihak terkait untuk mencari titik temu antara kebutuhan menjaga keaslian kawasan adat dan peningkatan keselamatan masyarakat.

“Ini harus dirundingkan sedemikian rupa karena ini rumah, budaya, tradisi, keluarga, dan masyarakat kita,” tandas Pathul.

Akses Damkar Jadi Perhatian

Selain penggunaan material bangunan, akses kendaraan pemadam kebakaran juga menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam rencana penataan kawasan.

Musibah kebakaran tersebut menjadi evaluasi terhadap pentingnya akses darurat yang memungkinkan mobil pemadam kebakaran dan kendaraan bantuan lainnya dapat menjangkau titik-titik rawan dengan lebih cepat.

Pemkab Lombok Tengah akan mengkaji berbagai kemungkinan penataan kawasan tanpa menghilangkan struktur dan karakter utama Desa Adat Sade.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana sekaligus menjaga keberlanjutan Sade sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lombok Tengah.

Pemerintah Fokus Pulihkan Warga

Pada tahap penanganan pascakebakaran, pemerintah daerah juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Selain kebutuhan dasar, pemerintah melalui Dinas Kesehatan dan unsur terkait melakukan pemeriksaan kesehatan, deteksi dini penyakit pascabencana, serta memberikan dukungan psikososial kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai pihak terkait untuk mempercepat penanganan dan pemulihan.

Bagi Bupati Pathul, kebakaran yang terjadi di Desa Sade harus menjadi momentum untuk membangun kawasan adat yang lebih siap menghadapi potensi bencana tanpa kehilangan identitas budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

“Berbenah tanpa menghilangkan jati diri” menjadi tantangan besar dalam proses pemulihan Desa Sade.

Pemerintah pun berkomitmen menempatkan masyarakat adat sebagai bagian utama dalam setiap pengambilan keputusan, agar proses pemulihan tidak hanya membangun kembali bangunan yang terbakar, tetapi juga menjaga kehidupan, tradisi, dan identitas Desa Sade sebagai salah satu ikon budaya Lombok Tengah.

Bagikan WhatsApp Facebook X Telegram Threads
Berita LOTENG lainnya