Rata Wijaya Terpilih Ketua PK Golkar Pujut, Unggul 14 Suara atas H. Saban Idris
Pemungutan suara menjadi jalan terakhir setelah proses musyawarah berlangsung dengan dinamika dan perdebatan cukup alot. Berdasarkan hasil yang ditetapkan pimpinan sidang pleno, Rata Wijaya memperoleh 14 suara, sementara H. Saban Idris meraih 6 suara.
POV: LOMBOK TENGAH — Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI Partai Golkar Kecamatan Pujut akhirnya menetapkan Rata Wijaya sebagai Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Pujut setelah pemilihan berlangsung melalui pemungutan suara, Sabtu (26/9/2026).
Pemungutan suara menjadi jalan terakhir setelah proses musyawarah berlangsung dengan dinamika dan perdebatan cukup alot. Berdasarkan hasil yang ditetapkan pimpinan sidang pleno, Rata Wijaya memperoleh 14 suara, sementara H. Saban Idris meraih 6 suara.
Masing-masing Pengurus Desa (PD) memiliki satu hak suara dalam pemilihan Ketua PK tersebut.
Hasil itu sekaligus mengakhiri persaingan dua kader yang sebelumnya lolos dalam penjaringan bakal calon Ketua PK Golkar Kecamatan Pujut.
Rata Wijaya: Amanah Ini Menjadi Beban Baru
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Rata Wijaya menyampaikan apresiasi kepada para pengurus desa yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
Ia mengakui amanah tersebut bukan perkara ringan. Dukungan mayoritas pengurus desa, menurutnya, justru menjadi tanggung jawab baru yang harus dijawab dengan kerja organisasi.
“Matur tampiasih atas dukungannya. Mungkin karena ada wajah baru, sehingga ini menjadi beban baru tiyang,” kata Rata.
Rata menegaskan kepemimpinannya tidak boleh hanya berorientasi pada keberhasilan partai secara organisasi, tetapi juga harus memberikan ruang dan perhatian kepada pengurus hingga tingkat desa.
“Jangan sampai hanya partai yang sukses, tetapi pengurus desa menangis. Jangan sampai begitu,” tegasnya.
Ia juga berjanji membuka komunikasi seluas-luasnya dengan seluruh pengurus desa.
“Tiyang akan selalu terbuka kepada tiyang pelinggih sami. HP 24 jam untuk melayani pengurus desa, agar partai ini menjadi seperti yang kita harapkan, terutama dalam mengisi keterwakilan di DPRD,” ujarnya.
Nursiah: Dua Calon Bukan Perpecahan
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lombok Tengah yang juga Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M. Nursiah, mengapresiasi jalannya Muscam XI Golkar Kecamatan Pujut.
Menurut Nursiah, munculnya dua calon dalam Muscam merupakan dinamika organisasi dan tidak semestinya dimaknai sebagai perpecahan di internal Golkar.
“Dari sembilan kecamatan, hanya Pujut yang ada dua calon. Ini bukan perpecahan. Duet kedua kader ini tidak akan membuat kita terpecah, tetapi akan membuat PK Pujut semakin solid dan saling mendukung,” kata Nursiah.
Ia mengingatkan bahwa membesarkan partai bukan hanya menjadi tanggung jawab ketua terpilih. Seluruh struktur, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, memiliki peran dalam menjalankan roda organisasi.
“Partai ini tidak mungkin hanya di-handle oleh ketua saja, tetapi tugas kita bersama. Hasil sore ini tentu kita syukuri bersama karena rida Allah,” ujarnya.
Tugas Pertama: Percepat Musdes
Setelah Muscam selesai, Nursiah meminta Rata Wijaya segera melakukan konsolidasi dan mempercepat pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes).
Menurutnya, kemampuan ketua terpilih dalam menyusun dan menggerakkan struktur hingga tingkat desa akan menjadi salah satu penilaian awal terhadap kepengurusan baru.
“Tugas Ketua PK adalah mempercepat pelaksanaan Musdes. Ini akan menjadi penilaian awal dan tiyang yakin akan berjalan dengan baik,” katanya.
Muscam dan Musdes memang lazim digunakan Golkar di berbagai daerah sebagai bagian dari konsolidasi serta penguatan struktur organisasi hingga tingkat desa.
Golkar Pujut Bidik Penguatan Suara di Dapil
Nursiah juga menyampaikan target politik organisasi setelah terbentuknya kepengurusan baru. Ia ingin struktur Golkar Kecamatan Pujut bergerak lebih aktif dan memberikan kontribusi besar terhadap perolehan suara partai di daerah pemilihan yang mencakup Pujut.
Target tersebut merupakan sasaran politik yang disampaikan internal Golkar, bukan proyeksi hasil pemilu.
Dengan berakhirnya pemungutan suara Muscam XI, persaingan antara Rata Wijaya dan H. Saban Idris pun selesai di forum pemilihan.
Rata kini memegang mandat sebagai Ketua PK Golkar Kecamatan Pujut. Tantangan berikutnya adalah menyatukan kembali seluruh unsur yang sebelumnya memberikan pilihan berbeda serta menuntaskan konsolidasi kepengurusan hingga tingkat desa.